Teman-teman, seperti yang anda tahu/tidak ketahui, bentar lagi gw tes bio. Dan hari ini, setelah bermain-main dengan kromosom, corpus luteum dkk, gw pun menemukan sesuatu yang mengerikan. Bio, mata pelajaran yang sudah bertahun-tahun kita kenal itu, ternyata.. kejam. Mengerikan.

Memang kesan pertamanya bio itu baik hati karena membuat dunia lebih beragam dengan varietas-varietas unggul dan pencegahan kepunahan spesies-spesies. Namun, coba kalian bayangkan, rasakan, resapi.. Hewan-hewan tak berdosa itu ditangkep, dimasukin penangkaran, trus paksa kawin sama hewan lawan jenis asal lewat. Nah, kalo yang lewat itu William Monkeley si bintang film “the Monkey, the Witch, and the Warden” sih oke-oke aja. Tapi.. sayangnya yang lewat bintang dangdut dunia monyet picisan. Ya terang tokoh kita si monyet wanita itu nolak. Eh dipaksa. Masih ga mau juga. Di sinilah teknologi ikut berperan dalam kekejaman si penjaga bonbin. Bagai burung dalam tangkar, tokoh kita ini dipaksa: kawin suntik, in vitro, dll dll..

Eh masih gagal juga.

Lalu muncul tokoh berikutnya: Monalisa (monyet asal liwat saja). Tokoh kita ini pun dipaksa menyediakan rahimnnya buat embrio yang ga ada hubungan genetic sama dia. Trus dia hamil. Hancur sudah masa depan yang sudah dipupuknya. Ia pun harus rela meninggalkan bangku sekolah (lho?). Sampai di rumah, ia pun menceitakan semua yang terjadi kepada orangtuanya. “Apa-apaan kamu?! Bikin mama malu aja. Skarang pergi dari rumah ini!!” (diakhiri di sini karena mulai berasa sinetron abis..)..

Demikianlah akhir kisah hidup seekor primata. Coba sekarang kita bayangkan, ada makhluk yang lebih pinter, gede, dan berkuasa dari manusia, namanya superhuman. Trus superhuman itu melihat manusia varietas keren semakin langka, malahan hampir punah Nah, dia ketemu gw, trus mau tau, apakah kekerenan gw itu ber alel homozygot dominant ato heterozygote (yang jelas-jelas homozygote dominant). Dalam prinsip biologi, tes semacam ini hanya dapat dilakukan dengan mengkawinkan dengan individu homozygote resesif, dalam hal ini: homozygot ga-keren. Yucks…

Lalu dari hutan kita turun ke sawah (kaya pantun ajah). Para manusia itu sedang menyeleksi padi: yang bagus-bagus dikawinkan dengan yang bagus juga: bergizi, berisi, tinggi, warnanya bagus. Yang jelek-jelek dipaksa menjomblo seumur hidup. Sebenarnya putra mahkota raja padi dari ras unggul telah lama jatuh cinta dengan sehelai padi perempuan dari kalangan rakyat jelata. Namun cinta terlarang mereka terpaksa berakhir di sini. Secara nggak langsung, ini bisa dibilang holocaust! Apa bedanya sama usaha pemusnahan Yahudi yang dilakukan Hitler dkk?

Sekarang, bayangkan kembali si superhuman mencoba eksperimen yang sama, tapi kali ini subjeknya manusia: jadilah koloni manusia macho nan gahar, tinggi, gede, dan serba seragam, diproduksi dalam jumlah masal bagaikan little green man di Toys Story, lalu dikiloin dan dijual di kerfur.

Jadi teman-teman, kesimpulannya, bio, terutama biotek itu kejam….

*ah gw dah laper, makan dulu yah…
Nasi: jangan.. jangan makan saya…. *

…atau gw yang autis?

Suara hati anak stress kebanyakan belajar biologi…T.T..

Jakarta, 29 Mei 2009.

SMAK 1 PENABUR Jakarta yang juga dikenal dengan nama Smukie, Smak satu, Smakie, dll, sebuah sekolah tidak begitu terkenal di bantaran Jakarta Barat telah mengeluarkan produk pertama mereka yang dijual umum kepada publik. Produk tersebut kini sudah dapat dibeli dan dinikmati khayalak (ato khalayak c?) ramai di Jakarta dan sekitarnya. Dapat ditemukan di supermarket-supermarket ternama, seperti di sebuah supermarket berinisial H.
Berikut foto produk tersebut:

(notes: gambar2nya lom gw upload soalnya gw lom tau caranya :P )

Angels & Demon..
Sebuah judul buku fenomenal..
Filmnya juga fenomenal..

Namun…..
Sadarkah anda..
bahwa..
ada angels and demons di sekitar kita!
di sini! di Ibukota tercinta!!!

Setelah melakukan riset sensasional, penulis pun menemukan keempat patung yang berisikan sebuah pesan rahasian yang tidak mengguncang nalar dan tidak menggoyahkan iman!!

Patung-patung tersebut melambangkan keempat elemen:
tanah, api, angin, dan air..

Berikut ini ulasannya:

Pada suatu hari, penulis tiba-tiba dipanggil Polda M*t* J*y*. Ada apa gerangan? Rupanya mereka menerima pesan aneh seperti berikut:

Setelah diselidiki, pesan tersebut jika dibalik bacanya sama, yaitu AVATAR..
Apakah artinya? Itu kan film kartun yang ceritanya ada empat elemen gitu..
Film ini mengundang kontroversi: kartun atau anime?
Berani benar penciptanya menggabungkan seni barat dan timur seperti itu..
Tak salah lagi ada sesuatu di dalamnya!

Tunggu dulu! Tokoh utamanya si Aang, Katara, Soka, sama si-cewe-tanah-baju-ijo-yang-gw-lupa-namanya. Ada empat! Lalu penulis melihat jadwal film di koran. Wow! Avatar sekarang diputar empat kali sehari di Gl*b*l TV! Pasti ada sesuatu dengan angka 4! Oke, coba balik ke Tokoh lagi. Tokoh pertama kan si Aang, terus ada Katara dan Soka. Nah, angka empat ini rupanya merujuk ke tokoh ke empat (yang gw lupa namanya)! Tanah! Hmm.. Dia seorang perempuan. Satu-satunya patung terkenal di Jakarta yang mengandung unsur perempuan adalah…

Patung Pertama: Malaikat ini telah menjelma menjadi manusia yang baik hati dan mengusahakan tanah bumi Indonesia tercinta. elemennya? ya tanah.. dikenal dengan nama

Angel de Tani..

Dari daerah Menteng, patung pertama, kita mendapat petunjuk: ikuti tanah sekitar patung , karena si petani namemnya di tanah sekitar, bukan tanah tetangga. setelah muter2 sekitar Menteng, sampailah kita ke Senayan, menuju patung kedua

Devile de Khetek

Patung ini dikenal warga sebagai pengganggu lingkungan dengan khethek nya yang dekat dengan api, jadi dia gerah, jadi –yucks–..

Dengan mengikuti aroma manthabs, kami pun segera menemukan patung ketiga,

Angel Le Pan Chorane

Patung ini terhempas-hempas angin, jadi jelaslah dia elemennya angin. Konon dulu patungla lurus tegak, tapi karena melawan kencangnya angin untung beliung Br*t*m*, ia pun jadi tampak bongkok2 merunduk.

Wait a second! Look! Dia menunjuk ke suatu arah.. Ke mana itu?
Beruntunglah dengan google kami berhasil menemukan peta daerah pancoran yang menunjukkan arah yang dimaksud

(note: ini bukan iklan…)

Wah! Ke arah Circullare de Ha-I (baca: bunderan HI). Benar sekali! Patung itu dikelilingi air! Elemen ke empat!

Patugnya menunjuk ke mana? Ke langit! Eh sebentar.. Coba kita berputar mengelilingi patung itu.. Eh ada mall bagus tuh.. berinisial GI (bukan promosi). Kami pun tergoda dan naik ke lantai atas mall itu..
Lalu, kami patung itu dari atas. That’s it! Patung itu menunjuk ke arah suatu lambang suatu hotel bergambar kipas!

tapi, kalau dilihat dari depan, patung tersebut tampak menunjuk ke langit

Hmm… kipas, langit..
kipas itu dipake kalo kegerahan.. kalo kepanasan
langit ya langit..

itu dia!! patung-patung tersebut mau mengingatkan kita bahwa bahaya yang kita hadapi bukanlah bom atom atau bom antimateri! It’s about global warming! Jadi supaya kita ga perlu kipas2, jagalah langit kita.. gitulah pesannya.. mengecewakan ya? :p

–note: kisah ini tidak ada hubungannya dengan gerakan mencemarkan agama ataupun penulis ataupun produser film tertentu–
–bukan juga iklan (tapi kalo produsur mau bayar sebagaui iklan juga gapapa.. :D ) –

Special thanks: Dan Brown, YoPe, Mikey, pencipta Avatar (yang gw lupa namanya) dan pencipta abigram “Abarat” (yang gw ga tau namanya)

Hari ini gw lewat warung deket greja gw.
Iseng2, liat2 ah..
Wah,ada snack baru, bungkusnya norak, ad gbr cewe anime berambut biru.

Whadahek? Merk nya Anak Mas? Kok jd bgini?

Gw pun kembali menjelajahi sang warung bagai tukang inspeksi makanan.
Wah, ada snack mie baru. “enak langsung dimakan”. Koq moto nya familiar ya?

Jreeeeng!
Ternyata itu si mie goreng Siantar Top, yang dulu ada gmbr kepala kokinya,yang dulu dibungkusnya kecil2 banget.

Langsung aja gw beli tu dua produk nostalgila SD/TK gw, pamit sama Bu Warung,trus cabut.
Awalnya gw kaget juga: prasaan dari 7taun yg lalu harga Anak Mas udah gope, skarang masi gope jg..
Lantas begitu gw bungkusnya, gw kaget,

“apaan nih? Mie nya tengahnya isinya angin, udah direbonding pula,tepungnya rasa ubi,ga perlu/bisa diremes2 brutal lagi,bumbunya juga rasanya beda.”.

Pantes bisa tetep gope.

Demikian pula nasib mie siantar top.
Ga cuma direbonding, jadi kurus2 pula.
Namun apa daya bubur sudah menjadi air.
Inilah akhir pencarian gw (ga sampe sebegitunya sih..).
Pertemuan tak terduga dengan teman2 lama pun berakhir dgn tragis.
Kini, dalam benak gw AnakMas bukan lagi makanan legendaris salero nusantoro.

Lalu implikasinya?
Well, selama ini gw paling getol ngajakin reunian. “hore.. Ketemu temen lama lagi!”.

Skarang gw jadi ragu.

Apakah pertemuan kembali selalu bagus?
Malahan kesan indah yang telah lama berbekas dalam hati bisa luntur dalam hitungan menit:

“wah.. Lu bener2 berubah”,
“lho?koq dia jadi begitu?”,
“what? Lu udah ga suka maen ini lagi?”.

Gw pun teringat sama notes lama gw.
“Mercia adalah murid TK X” ga salah.
“Mercia WAS a student at TK X” juga ga salah,
but she IS NOT a student at TK X anymore.

Waktu memang mengubah semuanya.
Tapi ga berarti gw ga mau reuni lho..
Gw cuma diingatkan (dan mo mengingatkan), jangan kaget kalo mndadak ktmu temen lama.
Jangan terlalu berharap juga.
Mungkin aja dia udah “teranakmasisasi”:
merk tetep, harga tetep,tapi dalemnya dah beda.

Tiba-tiba pandangan gw terhalangi poni gw yg udah mulai panjang.
Iya juga yah, dulu gw ga punya poni, skarang punya.
Dulu rambut gw lurus banget,skarang ga.
Dulu gw gini, skarang gw gitu.
Jangan2 malah gw yang teranakmasisasi..

NB:gambarnya gw upload nanti aja ya..

Lumayan, buat nostalgia nih..
Skalian buat menyalurkan hobi baru gw
(nerjemahin lagu)

Ninja Hatori

Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke samudra
Bersama teman bertualang
Tempat yang baru belum pernah terjamah

Suasana yang ramai di tengah kota
Slalu waspadalah jika berjalan
Siap menolong orang di mana saja

Gozaru Gozaru itulah asalnya
Pembela kebenaran dan keadilan
Hai.. ninja Gozaru

Di dahan pohon ia mulai beraksi
Menjaga anak-anak bermain di taman
Bunga-bunga terbang ke awan
Membawa hati kita bertualang

Ninja Hatori

Climbing the mountain go down to the hill
River flows beautifully to the ocean
Together with friends in adventure

New place that have never been exploited
Crowded situation in center of city
Always be carefull when he is walking
Ready to help people in every places

Gozaru Gozaru, it is his origin
Supporter of righteousness and the justice
Hey.. ninja Gozaru

At the branch of the tree he starts doing actions
Guarding the children who are playing in the garden
The flowers are flying into the clouds
Take away our hearts to adventure

“Daging memang agak liat, tapi hati gampang hancur”
(guru Bio: pelajaran bio tentang ekstraksi gen)

“Human communication can be in the form of sophisticated speech or a simple smile”
(romantis ya? ini dari buku cetak fisika lho…)

“noise are not only unwanted sound, but also unwanted signals”
(aduh, sebenernya ga gini.. harusnya lebih bagus lg, tapi gw lupa tepatnya. ntar deh kapan2 diedit lagi)

“Jika aku jerawat, kamu obatnya”
“lho, koq obatnya? nanti kamu ilang dong.
Aku jadi jarinya aja, biar bisa pegang2 kamu terus, trus kamunya jadi ga ilang2″
(percakapan dua anak jerawatan)

“If one does not know to which port one’s sailing, no wind is favourable”
“not all who wonders are loat”
(ini sih disengaja bijak.. dari komik brantem2 lho…)

Hoki

translated by Jason MERz & Colbie CIAliat

(Note: terjemahan lirik ini tidak 100% akurat dikarenakan oleh perbedaan jumlah suku kata dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Namun, lagu ini dapat langsung dinyanyikan tanpa perlu dikalibrasikan [wuidih.. bahasanya] lagi suku katanya –> walo ada yang rada maksa)

Dengarkah kau?
Ku bicara
Disebrang air
Disebrang lawt biru
dibawah angkasa
sayang, aku mencoba

kudengarkau
di mimpiku
dengar bisikmu
disebrang lawt
kusimpan kau
di hati ku
kau bwat mudah saat
hidup susah

hoki ku cinta sahabatku
hoki pernah brada di situ
hoki tuk kembali pulang lagi

mreka tak tau brapa lama
menanti cinta ini
setyap kita berpisah
ku ingin dikecup lagi
ku tunggu kau
ku berjanji
padamu

hoki jatuh cinta styap jalan
hoki pernah tinggal di sana
hoki swatu saat kan kembali

kuberlayar
di laut
ke pulau kita kan bertemu
dengar musik di udara
kutaruh bunga di rambutmu

lewat desir,
pepohonan
hanya kau yang kulihat
dunia terus berputar
kau genggam tanganku
kini
di sini

ini versi terbaru, bahasa Mandarin:
“Hoki wo ai ni wo te hopeng” :p

Ku Milikmu

translated by Jason Merz

(Notes: terjemahan lagu ini tidak 100% akurat dikarenakan perbedaan jumlah suku kata dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Namun lirik di bawah ini dapat langsung dinyanyikan dengan suku kata yang pas, seperti lagu dalam bahasa aslinya)

Kau menjeratku
dan kau yakin prasaanku
Ku coba dingin
namun panasmu lumerkanku
Dulu kuterprosok
Kini ku kembali

Seblum dingin itu berhenti
ku kan beri yang terbaik
Tak kan terhenti
kecwali oleh yang Ilahi
Kembali ke giliranku
Tuk menang tau blajar

(Ku tak mau sungkan lagi tak bi-
-sa menunggu)
ku milikmu]

Lihatlah dunia sepertiku
Buka rencanamu, bebaskan
lihat hatimu> kau kan te-
-mukan cinta

dengarkanlah musik saat orang dansa dan bernyanyi
kita semwa saudara
dan sudah hak yang asasi
tuk dapat dicintai

( … )
ku yakin

tak perlu dipersulit
waktu sempit
ini takdir
ku milikmu

maukah dirimu
maukah dirimu
mendekat kepadaku
mendekatlah sayangku
kan kubelai tlingamu

kuhabiskan waktu
mengecek lidahku di kaca
dan menggulungnya
agar kelihatan lebih jelas
napasku buramkan kaca
ku gambarkan wajah lalu tertawa

yang akan kukatakan tak ada alasan lain
tuk lepas rasa malu dan ikut musim mengalir
ini tujuan kita
nama kita harganya

( >
kau lihat
langit milikmu

tolonglah jangan jangan
tak perlu dipersulit
waktu kita sempit
ini ini takdir kita
ku milikmu….

Kisah nyata ini berawal saat saya pun, sama seperti anda, kembali bersekolah, tentunya di suatu sekolah berinisial SMAK1PJ. Tak dapat dipungkiri,tempat saya melakukan ritualitas menjejakkan kaki tersebut sudah marak dipadati polutan-polutan, terutama setelah diadakannya proyek pembangunan tanpa akhir yang kegunaannya masih menjadi misteri bagi insan manusia.

Tak lama kemudian, tubuh saya pun mulai menunjukkan gelaja-gejala di luar batas kenormalan metabolisme manusia:

1.batuk-batuk sampai ke ujung ternggorokan, bahkan kerongkongan pun ikut menjadi sasaran secara batuk tersebut mengarah pada terganggunya proses pengangkutan makanan ke lambung

2. Bersin-bersin, pilek-pilek, dan gejala flu lainnya dalam skala yang lebih besar dari biasanya

3. Menurunnya sistem imun tubuh secara keseluruhan, antara lain dengan mudah menggigil, meriang, merinding, dan lain-lain

4.Timbulnya gundukan kemerah-merahan pada wajah, yang biasa dikenal dengan sebutan jerawat. Ditambah efek polutan, jerawat mengkronis dan menjadi berbanding lurus dengan waktu dalam hal diameter, jumlah, kepadatan, dan intensitas kemerahan.

Selidik punya selidik, rupanya masalahnya terletak pada tempat di mana saya berada. Buktinya, di kota-kota lainnya, saya dapat menjalani kehidupakn dengan sehat walafiat, walaupun di tempat-tempat lainnya tersebut saya jarang minum Tolak Angin dan cuci muka.
Segala macam ramuan dan eliksir telah saya coba, namun hasilnya nihil.

Sayapun menghubungi (calon) dokter kerabat keluarga saya yang setiap hari duduk di depan saya (dalam hal ini, tak berarti saya supirnya) dan berinisial IK. Katanya, saya menginap penyakit Jakartus Melitus, penyakit langka yang hanya menimpa sebagian warga suatu kota)harus tinggal di kota lainnya agar dapat hidup segar bugar. Jadi, sampai jumpa semuanya, sampai jumpa Jakarta.. Sebentar lagi helikopter saya akan menjemput saya, membawa saya ke Mercopolis, tempat selanjutnya saya berada.

catatan: paragraf terakhir mengandung sebagian fakta dan sebagian fiksi. Semoga mental anda, para pembaca, tidak ikut terdistorsi aura negatif kota ini….

Sabtu pagi kuterbangun
Di sebuah ruangan kecil
ruangan biasa
bukan sebuah kamar di atas menara

Kuraih gagang pintu itu
gagang pintu biasa
bukan gagang kayu jati
tak berhiaskan pahatan atau ukira
gagang pintu biasa

Kuberjalan menyusuri lorong
bukan lorong istana yang megah
tanpa lukisan
dan lampu gantung yang menghias langit-langitnya

Ku tersadar
aku bukanlah seorang putri
yang terkurung di atas menara
di sebuah istana megah

tak ada putri
tak ada penyihir
tak ada naga
tak ada peri
tak ada pangeran

Namun kutersenyum saat kulihat meja kecil itu
ku bahagia
karena aku punya sesuatu
yang tidak dimiliki semua putri dari negri dongeng:
LAPTOP

hahaha

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.