Ternyata… Bio Itu Kejam, atau… 27/05/09
June 20, 2009
Teman-teman, seperti yang anda tahu/tidak ketahui, bentar lagi gw tes bio. Dan hari ini, setelah bermain-main dengan kromosom, corpus luteum dkk, gw pun menemukan sesuatu yang mengerikan. Bio, mata pelajaran yang sudah bertahun-tahun kita kenal itu, ternyata.. kejam. Mengerikan.
Memang kesan pertamanya bio itu baik hati karena membuat dunia lebih beragam dengan varietas-varietas unggul dan pencegahan kepunahan spesies-spesies. Namun, coba kalian bayangkan, rasakan, resapi.. Hewan-hewan tak berdosa itu ditangkep, dimasukin penangkaran, trus paksa kawin sama hewan lawan jenis asal lewat. Nah, kalo yang lewat itu William Monkeley si bintang film “the Monkey, the Witch, and the Warden” sih oke-oke aja. Tapi.. sayangnya yang lewat bintang dangdut dunia monyet picisan. Ya terang tokoh kita si monyet wanita itu nolak. Eh dipaksa. Masih ga mau juga. Di sinilah teknologi ikut berperan dalam kekejaman si penjaga bonbin. Bagai burung dalam tangkar, tokoh kita ini dipaksa: kawin suntik, in vitro, dll dll..
Eh masih gagal juga.
Lalu muncul tokoh berikutnya: Monalisa (monyet asal liwat saja). Tokoh kita ini pun dipaksa menyediakan rahimnnya buat embrio yang ga ada hubungan genetic sama dia. Trus dia hamil. Hancur sudah masa depan yang sudah dipupuknya. Ia pun harus rela meninggalkan bangku sekolah (lho?). Sampai di rumah, ia pun menceitakan semua yang terjadi kepada orangtuanya. “Apa-apaan kamu?! Bikin mama malu aja. Skarang pergi dari rumah ini!!” (diakhiri di sini karena mulai berasa sinetron abis..)..
Demikianlah akhir kisah hidup seekor primata. Coba sekarang kita bayangkan, ada makhluk yang lebih pinter, gede, dan berkuasa dari manusia, namanya superhuman. Trus superhuman itu melihat manusia varietas keren semakin langka, malahan hampir punah Nah, dia ketemu gw, trus mau tau, apakah kekerenan gw itu ber alel homozygot dominant ato heterozygote (yang jelas-jelas homozygote dominant). Dalam prinsip biologi, tes semacam ini hanya dapat dilakukan dengan mengkawinkan dengan individu homozygote resesif, dalam hal ini: homozygot ga-keren. Yucks…
Lalu dari hutan kita turun ke sawah (kaya pantun ajah). Para manusia itu sedang menyeleksi padi: yang bagus-bagus dikawinkan dengan yang bagus juga: bergizi, berisi, tinggi, warnanya bagus. Yang jelek-jelek dipaksa menjomblo seumur hidup. Sebenarnya putra mahkota raja padi dari ras unggul telah lama jatuh cinta dengan sehelai padi perempuan dari kalangan rakyat jelata. Namun cinta terlarang mereka terpaksa berakhir di sini. Secara nggak langsung, ini bisa dibilang holocaust! Apa bedanya sama usaha pemusnahan Yahudi yang dilakukan Hitler dkk?
Sekarang, bayangkan kembali si superhuman mencoba eksperimen yang sama, tapi kali ini subjeknya manusia: jadilah koloni manusia macho nan gahar, tinggi, gede, dan serba seragam, diproduksi dalam jumlah masal bagaikan little green man di Toys Story, lalu dikiloin dan dijual di kerfur.
Jadi teman-teman, kesimpulannya, bio, terutama biotek itu kejam….
*ah gw dah laper, makan dulu yah…
Nasi: jangan.. jangan makan saya…. *
…atau gw yang autis?
Suara hati anak stress kebanyakan belajar biologi…T.T..
makanya mer, moralitas itu susah diterapkan pd makhluk hidup selain manusia, akakakak. kalo mau tahu yg lebih kejam lagi, cari taulah ketika monyet2 itu dipake buat eksperimen obat2 manusia keluaran terbaru. selain itu, mereka juga disuntik virus2 varian baru. buat medical experiment pokoknya.